SEJARAH PERADABAN ISLAM DAULAH BANI ABBASIYAH



Akhirul Kalam: SEJARAH PERADABAN ISLAM DAULAH BANI ABBASIYAH








SEJARAH PERADABAN ISLAM

DAULAH BANI ABBASIYAH

1)   
Hegar
Al Bukhari
3)   
Mega
nyimas khadija
SEKOLAH TINGGI DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GARUT

      Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga daya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Sejarah Peradaban
Daulah Bani Abbasiyah ini tepat pada waktunya.
      Adapun
tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Endang
Munawar. M.Pd.I. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
tentang apa itu agama bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
      Saya
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Endang Munawar. M.Pd.I.  yang telah meberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
      Saya
juha mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah  membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah ini.
      Saya
menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi
kesempurnaan makalah ini



1)     
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………………………..
   (i)
2)     
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………………….    (ii)
3)     
PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………..    (1)
A.   
LATAR
BELAKANG……………………………………………………………………..    (1)
B.    
RUMUSAN
MASALAH………………………………………………………………….    (1)
4)     
PEMBAHASAN
……………………………………………………………………………………….    (2)
5)     
KESIMPULAN………………………………………………………………………………………….    (3)
6)     
PENUTUP…………………………………………………………………………………………………    (4)



Dalam
peradaban ummat Islam, Bani Abbasiyah merupakan salah satu bukti sejarah
peradaban ummat Islam yang terjadi. Bani Abbasiyah merupakan masa pemerintahan
ummat Islam yang memperoleh masa kejayaan yang gelimang. Pada masa ini banyak
kesuksesan yang diperoleh Bani Abbasiyah, baik itu dibilang Ekonomi, Polotik,
dan Ilmu Pengetahuan. Hal inilah yang perlu kita ketahui sebagai acuan semangat
bagi generasi ummat Islam bahwa peradaban ummat Islam itu pernah memperoleh
masa keemasan yang melampaui kesuksesan negara-negara Eropa. Dengan kita
mengetahui bahwa dahulu peradaban ummat Iskam itu diakui oleh seluruh dunia,
maka akan memotifasi sekaligus menjadi ilmu pengetahuan kita mengenai sejarah
peradaban umat Islam sehingga kita akan mencoba untuk mengulangi masa keemasan
itu kembali nantinya oleh generasi ummat Islam saat ini.
B.    
RUMUSAN MASALAH
1.     
Bagaimana
ssejarah berdirinya Bani Abbasiyah?
2.     
Seperti
apa masa kekuasaan Bani Abbasiyah?
3.     
Apa
saja yang diperoleh pada masa kejayaan Bani Abbasiyah?
4.     
Apa
faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Bani Abbasiyah?
5.     
Bagaimana
akhir masa kekuasaan Bani Abbasiyah?



A.   PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI
BANI ABBSIYYAH
Kekhalifan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah merupakan kekhalifahan
keedua Islam yang berkuasa di Baghdad, Irak. Pada masanya kekhalifahan
Abbasiyah berkembang pesat dan menjadikan Islam sebagai pusat pengetahuan
dunia.
Kekuasaan dimulai setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan
menaklukkan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah merujuk kepada
keturunan paman termuda Nabi Muhammad seperti yang diceritakan dalam sejarah
peristiwa Isra mi`raj, Abbas bin Abdul Muthalib (566 – 652) dan itu sebabnya
juga masih termasuk kepada Bani Hasyim.
Anggota dari Bani Umayyah yang selamat dari Damaskus da menuju
Spanyol dengan menyebrangi Laut Tengah lalu mendirikan Kekhalifaan Umayyah.
Keturunan bani Umayyah yang selamat memerintah Spanyol untuk waktu yang lama.
Bani Abbasiyah menjadi disnati kekhalifahan terlama sepanjang
sejarah berdirinya agama Islam yang berkuasa mulai tahun 750 M – 1258 M ( 132 H
– 656 H), ibu kota pemerintahan dipindahkan ke Baghdad dari Damkus pada 762 M.
Dalam sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah, mereka memerintah seluruh Asia
Barat  dan Afrika Utara.
Bani Abbasiyah lebih fokus kepada dataran Irak dan Iran daripada
wilayah pesisir seperti Israel, Suriah, Lebanon dan Mesir. Baghdad dengan cepat
berkembang menjadi kota besar dan maju dihuni oleh sekitar hampir setengah juta
orang pada tahun 800-an Masehi
Banyak kelompok bangsa berbeda yang tinggal di Baghdad seperti
Arab, Persia, Yahudi dan Yunani, dengan bangsa Arab, dan Persia. Selain Islam
yang menjadi agama mayoritas, ada juga penganut agama kristen, Yahudi dan
Zoroaster.
Pemerintahan
Abbasiyah berkembang selama tiga abad dan mulai meredup setelah bangsa Turki
yang sebelumnya menjadi bagian dari tentara kekhalifahan bernama mamluk mulai
naik daun. Hingga sekarang, keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku
al-Abbasi banyak tinggal di timur lain Tikrit, Irak.
1.    
Awal berdirinya Dinasti Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah berdiri setelah mereka berhasil menaklukkan
Dinasti umayyah. Keturunan Al-Abbas menjadi pendiri dinasti Abbasiyyah, yaitu
Abdullah al-Saffath bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas.
            Kelompok Abbasiyah
merasa lebih layak memegang tonggak kekuasaan daripada Bani Umayyah karena
mereka berasal dari Bani Hasyim yang lebih dekat garis keturunannya dengan Nabi
Muhammad. Saat itulah sejarah runtuhnya bani Umayyah.
            Sejarah terjadinya
disnati Abbasiyah tidak dapat dilaksanakan dan bergejolak. Pada awalnya, cicit
dari Abbas bernama Muhammad bin Ali berkampanye untuk mengembalikan kekuasaan
pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi ketika Umar bin Abdul Aziz
marih memerintah. Pertentangan semakin memuncak pada masa pemerintahan khalifah
Marwan II.
            menjelang  berakhirnya dinasti Umayyah, ada kelommpok
dari Bani Hasyim yang teraniaya sehingga melakukan perlawanan. Kelompok Bani
Hasyim keturunan Ali dipimpin oleh Abu Salamah dan keturunan Abbas dipimpin
oleh Ibrahim Al-Iman.
            Selain itu juga
ikut kelompok keturunan bangsa Persia, pemimpin Abu Musli al-Khurasany bekerja
sama  manaklukkan dinasti Umayyah. Pada
akhirnya kaum Abbasiyah berhasil menaklukkan pemimpin terakhir Umayyah, yaitu
Marwah bin Muhammad. Abu Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Bani Umayyah dan
diangkat sebagai khalifah.
            Selama tiga abad
bani Abbasiyah memegang kekuasaan kekhalifahan, mengusung kempemimpinan gaya
Islam dan menyuburkan kembali ilmu pengetahuan dan pengmbangan budaya di Timur
Tengah.
2.    
Masa Kejayaan Dinasti Abbasiyah
      Sejarah berdirinya
dinasti Abbasiyah memasuki masa kejayaan dengan menerapkan pola pemerintahan
yang berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya. Pusat
pemerintahan saat itu terletak di Kuffah. Kepemimpinan kemudian digantikan oleh
Abu Jafar al-Mansur mulai 750-775 M, saudara dari Abu Abbas.
      Ia membangun kota baru
yang diberi nama Baghdad, dimana terdapat istana bernama Madinaty as-Salam.
Pada periode awal sekitar 750-874 M, kegiatan perluasan wilayah masih
diutamakan dinasti Abbasiyah dan membuat pondasi sistem pemerintahan yang akan
menjadi penduan bagi kepemimpinan selanjutnya.
      Setelah Abu Jafar,
Abbasiyah dipimpin oleh Harun al-Rasyid mulai 789-809 M. Ia mendirikan
perpustakaan terbesar pada zamannya bernama Baitul Hikmah, sehingga orang-orang
terpelajar dari kalangan Barat dan Muslim datang ke Baghdad untuk mengalami
ilmu pengetahuan.
      Setelah itu Abbasiyah
dipimpin oleh al-Amin dan al-Makmum al-Rasyid, putra Harun al-Rasyid. Al Makmum
memimpin sejak 813-833 M dan memperluas Baitu Hikmah menjadi akademi ilmu
pengetahuan pertama di dunia.
      Ia juga mendirikan
Majelis al-Munaszharah yang mengadakan pengajian di rumah, masjid dan istana
khalifah, dan menjadi tanda akan bangkitnya kekuatan penuh dan Timur dengan
Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan puncak keemasan Islam.
      Pada masa ini juga
diterjemahkan buku-buku karya kuno dan Yunani dan Syria kuno ke dalam bahasa
Arab. Paham Muktazillah dianut al-Makmum sebagai mazhab negara, yaitu
menggunakan akal sebagai dasar untuk memahami dan menyelesaikan persoalan
teologi Islam secara detil dan filosofi sehingga muncul filsafat Islam.
            Selanjutnya dalam
sejarah berdirinya dinasti Abbasiyah dipimpin Khalifah al-Mutawakkil mulai
874-861 M. Ia berbeda dengan khalifah sebelumnya karena lebih cenderung  ke cara berpikir ahlun sunnah
            Dalam sejarah
berdirinya dinasti Abbasiyah, ia hidup pada satu zaman dengan para tokoh besar
Islam seperti Abdul Malik bin Habib (imam Mahzab Maliki), Abdul Azis bin Yahya
al-Ghul (murid imam Syafi`i), Abu Utsman bin Manzini (pakar ilmu nahwu) dan
Ibnu Kullah, seorang tokoh dalam bidah ilmu kalam.
          Terjadi perselisihan
mengenai penerus kekhalifahan setelah al-Mutawakkil karena sebelum dirinya
wafat, ia hendak menurunkan mandat kepada 
anak-anaknya yaitu al-Muntashir, al-Mu`taz dan al-Muayyad. Tetapi ia
kemudian al-Mu`tas lebih dulu, namun al-Muntashir tidak menerimanya.
      Akibat posisi al-Muntashir langsung
diturunkan dengan paksa, bersamaan dengan berlangsungnya ktidak senangan
orang-oang Turki kepada al-Mutawakkil karena beberapa sebab. Al-Muntashir
menjadi pemimpin khalifah namun hanya selama enam bulan karena ia justru
berbalik menjelekkan orang Turki dan dibunuh oleh mereka.
3.    
Awal Kemunduran Dinasti Abbasiya
            Sejarah berdirinya
dinasti Abbasiyyah kemudian mengalami kemunduran sejak saat itu. Banyak pula
faktor lain yang memperngaruhinya karena kurangnya perhatian pada persoalan
politik, seperti pemisahan diri Afrika Utara untuk membentuk pemerintahan
merdeka bernama Kekhalifahan Fathimiyah.
            Para gubernur berbagai
provinsi seperti dinasti Samaniyah mulai bertindak lebih bebas, dan para
jendral Turki di pasukan Abbasiyah juga semakin lama semakin sulit dikendalikan
oleh para khalifah.
            Kesulitan
kemunikasi antara pusat pemerintahan sulit dilakukan pada masa itu karena
wilayah kekuasaan yang sangat luas, bahkan tingkat kepercayaan antara penguasa
dan para pelaksana pemerintahan sangat rendah.
            Begitu juga
keuangan negara yang sulit karena negara perlu mengeluarkan biaya yang sangat
besar untuk angkatan bersenjata. Pemisahan-pemisahan wilayah pun mulia terjadi,
sebagian besar karena perbedaan cara mengelola daerah kekuasaan yang berbeda
dengan Bani Umayyah.
            Pada masa Bani
Umayyah. Wilayah kekuasaan tetap sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan
Islam. Namun pada masa pemerintahan Abbasiyah, kekuasaan mereka tidak pernah
diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara kecuali sebagian kecil Mesir.
            Dalam kenyataannya
banyak wilayah berada dalam kekuasaan khaligah hanya dalam bentuk pengiriman
upeti pajak dari gubernurnya masing-masing. Pada saat keda saat kekhalifahan
Abbasiyah mulai menunjukkan kemunduran, provinsi-provinsi tersebut mulai
melepaskan diri dan tidak lagi membayar pajak, bahkan berussaha menguasai
kekhalifahan itu sendiri.
      Sejarah perang uhud juga terjadi setelah
kekhalifahan Abbasiyah selesai dan menjadikan kekuasaan bercampur tangan serta
menimbulkan berbagai perang seperti dalam sejarah Perang Badar.
      Bani Abbasiyah merupakan masa pemerintahan
ummat Islam yang merupakan masa keemasan dan kejayaan dari peradaban ummat
Islam yang pernah ada. Pada masa Bani Abbasiyah kejayaan negara melimpah ruah
dan kesejahteraan rakyat yang sangat tinggi. Pusat peradaban Islam mengalami
kemajuan yang pesat sehingga pada masa ini banyak muncul para tokoh ilmuan dari
kalangan Ummat Islam, baik itu ilmu pengetahuan yang bersifat umum seperti ilmu
kedokteran yang telah mencetak dokter seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan
lain-lainnya, sehingga pada masa ini telah ada lebih dari 800 dokter yang
berada di kota Baghdad. Pada masa pemerintahan 
khalifah Harun Al-rasyid kesejahteraan umat sangat terjamin, karena pada
masa inilah puncak dari kejayaan Bani Abbasiyah, pembangunan dilakukan
dimana-mana, baik pembangunan rumah sakit, irigasi, dan pemandian-mandian umum.
            Namun diakhir
pemerintahan Khalifah Bani Abbasiyah, Islam mengalami keterpurukan yang sangat
parah. Hal ini disebabkan dari serangan tentara Mongol yang telah menghancurkan
pusat peradaban  ummat Islam di Baghdad
dan menghancurkan Pusat ilmu pengetahuan yaitu Baitul Hikmah yang berisi
buku-buku karangan pakar ilmu ummat Islam yang tak ternilai harganya.


hanya keranaNya

Sesungguhnya kemuliaan ialah hak bagi kedua-dua orang yang berkasih sayang kerana Allah S.W.T. Dimana pada hari tersebut (kiamat) Allah Taala Rabbul Izzah menyeru mereka dan mempersilakan mereka untuk menerima anugerah yang paling tinggi, iaitu pada hari berhimpunnya...

Akhirul Kalam: Wanita-wanita Perindu Syurga

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Syurga. Dalam Al Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Syurga."(Apakah) perumpamaan (penghuni) Syurga yang dijanjikan kepada orang-orang...

hati terjauhlah dari korban dunia

Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti. Namun tidak tersedarkah hati itu adalah ujian dari Tuhannya? Kepayahan itu sesungguhnya adalah bentuk tarbiyahNya kepada hati....

tafsir talqin

Peringatan Untuk Yang HidupMahasuci Tuhan yang Engkau bersifat dengan Baqa' dan Qidam, Tuhan yang berkuasa mematikan sekalian yang bernyawa, Mahasuci Tuhan yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa yang baik dan siapa yang kecewa.Mahasuci Tuhan yang...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.